Berita Desa

Kemendesa Latih Petani Garam di Rembang, Dorong Garam Desa Naik Kelas Jadi Produk Unggulan

Kaliori - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi (Dirjen PEI) menggelar Pelatihan Peningkatan Produk Lokal Desa untuk mendorong komoditas garam menjadi produk unggulan desa. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 3–6 Agustus 2026, di Gedung PKK Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

Pelatihan diikuti puluhan petani garam dari dua kecamatan, yakni Kaliori dan Lasem, yang berasal dari Desa Mojowarno, Tambakagung, Dresi Kulon, Dasun, dan Gedongmulyo. Mereka dibekali pengetahuan mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, legalitas, hingga strategi pemasaran digital.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi (Dirjen PEI), Bapak Yudi, didampingi Camat Kaliori, Dwi Susilowati. Dalam sambutannya, Yudi menegaskan bahwa garam merupakan salah satu potensi unggulan desa yang harus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Potensi garam yang dimiliki desa-desa pesisir harus terus dikembangkan. Jangan berhenti sebagai komoditas bahan baku. Garam harus naik kelas menjadi produk unggulan dengan kualitas yang baik, kemasan yang menarik, serta memiliki akses pemasaran yang luas. Jika nilai tambahnya meningkat, kesejahteraan petani juga akan ikut meningkat," ujar Yudi.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong desa untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal melalui inovasi produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital.

Sementara itu, Camat Kaliori, Dwi Susilowati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, Kaliori sebagai salah satu sentra garam di Kabupaten Rembang memiliki peluang besar untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar.

"Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para petani garam agar tidak hanya mampu menghasilkan garam berkualitas, tetapi juga memahami cara mengolah, mengemas, hingga memasarkannya. Harapannya, akan lahir produk-produk unggulan desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Dwi.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber yang kompeten. Shopee Indonesia memberikan pelatihan mengenai pemasaran digital dan strategi penjualan ritel melalui platform e-commerce, sehingga produk garam desa memiliki peluang menjangkau pasar nasional.

Selain itu, narasumber dari BPOM memberikan pemahaman mengenai keamanan pangan, standar mutu produk, perizinan, serta tata cara pelabelan agar produk garam olahan memenuhi ketentuan yang berlaku. Peserta juga memperoleh pelatihan teknis mengenai peningkatan kualitas garam, inovasi produk, pengemasan, dan pengembangan nilai tambah produk berbasis potensi lokal.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai sesi diskusi dimanfaatkan untuk menggali pengalaman sekaligus mencari solusi atas tantangan yang dihadapi petani garam dalam meningkatkan daya saing produknya.

Salah seorang peserta dari Desa Mojowarno, Sutrisno, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diperoleh.

"Biasanya kami hanya memproduksi dan menjual garam dalam bentuk curah. Dari pelatihan ini kami belajar bahwa kemasan, merek, dan pemasaran digital sangat menentukan nilai jual. Kami jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan produk sendiri," ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Sulastri, peserta dari Desa Dasun.

"Materinya sangat lengkap. Kami belajar cara membuat produk yang memenuhi standar, mengenal proses perizinan, hingga memasarkan lewat marketplace. Ini membuka peluang baru bagi kelompok petani garam di desa kami," katanya.

Melalui pelatihan ini, Kemendesa PDTT berharap desa-desa penghasil garam mampu membangun produk unggulan yang memiliki identitas kuat, memenuhi standar mutu, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, garam tidak lagi hanya menjadi komoditas primer, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Beri Komentar