Berita Desa

TK Tunas Harapan Mojowarno Capai 100 Persen Kepemilikan KIA

Mojowarno - Upaya pemenuhan administrasi kependudukan bagi anak terus dilakukan di Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori. Hasilnya, seluruh siswa TK Tunas Harapan Desa Mojowarno kini telah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

Capaian 100 persen tersebut tidak lepas dari kerja sama antara pihak sekolah dengan Pemerintah Desa Mojowarno melalui kegiatan penyisiran administrasi kependudukan yang dilaksanakan sejak Agustus hingga September 2026.

Program tersebut menyasar anak-anak yang belum memiliki KIA, mulai dari jenjang PAUD, TK hingga SD. Pendataan dan pengurusan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan pemerintah desa, satuan pendidikan, orang tua, serta instansi terkait.

Kepala TK Tunas Harapan, Yulistiyoningrum, mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Desa Mojowarno melakukan pendataan terhadap siswa yang belum memiliki KIA.

“Kami melakukan penyisiran dan pendataan anak-anak yang belum memiliki KIA. Alhamdulillah, dengan adanya kerja sama antara TK Tunas Harapan dan Pemerintah Desa Mojowarno, seluruh siswa kami sekarang sudah memiliki KIA,” kata Yulistiyoningrum.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu pihak sekolah maupun orang tua. Pengurusan secara kolektif membuat proses pemenuhan dokumen kependudukan menjadi lebih mudah dan terkoordinasi.

Ia menambahkan, kepemilikan KIA penting sebagai bagian dari identitas resmi anak. Karena itu, sekolah berupaya memastikan tidak ada peserta didik yang terlewat dalam pendataan.

“Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut. Kalau ada siswa baru atau anak yang belum memiliki KIA, bisa segera didata dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Program penyisiran adminduk ini juga mendapat sambutan positif dari orang tua siswa. Mereka merasa terbantu karena pengurusan KIA dilakukan secara kolektif melalui koordinasi antara sekolah dan pemerintah desa.

Salah seorang orang tua siswa, sri, mengatakan program tersebut membuat orang tua lebih mudah dalam memenuhi dokumen administrasi anak.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Pengurusannya lebih mudah karena sudah dikoordinasikan melalui sekolah dan desa. Harapannya, semua anak di Desa Mojowarno bisa memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk mendata anak-anak yang baru lahir maupun anak yang belum melengkapi dokumen administrasi kependudukannya.

Penyisiran pemenuhan adminduk di Desa Mojowarno berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Sasaran kegiatan tidak hanya siswa TK, tetapi juga anak-anak pada jenjang PAUD dan SD yang diketahui belum memiliki KIA.

Pelaksanaan secara kolektif dilakukan untuk mempermudah pendataan sekaligus mempercepat proses pemenuhan dokumen administrasi kependudukan.

Dengan capaian 100 persen KIA di TK Tunas Harapan, sinergi antara satuan pendidikan dan pemerintah desa menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memastikan setiap anak memiliki identitas kependudukan.

Yulistiyoningrum berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi perhatian bersama.

“Harapannya, semua anak memiliki dokumen adminduk yang lengkap. Tidak hanya untuk memenuhi administrasi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian kita terhadap hak anak atas identitas,” pungkasnya. [R]

Beri Komentar

CAPTCHA Image