MOJOWARNONews - Pemerintah Desa Mojowarno melangkah cepat dalam merealisasikan program pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026. Pada Senin (13/4/2026), bertempat di Balai Desa Mojowarno, telah dilaksanakan Musyawarah Desa Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk mengawal sejumlah proyek fisik yang tersebar di berbagai dukuh.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), seluruh ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam musyawarah tersebut, disepakati bahwa TPK yang terbentuk akan bertanggung jawab atas empat titik pekerjaan prioritas, yaitu:
-
Pembangunan Drainase di RT 04/RW 02 Dukuh Mojo.
-
Pembangunan Drainase di RT 05/RW 03 Dukuh Samben.
-
Pekerjaan Pengaspalan Jalan di RT 04/RW 02 Dukuh Mojo.
-
Pembangunan Rabat Beton di RT 02/RW 01 Dukuh Cering.
Kepala Desa Mojowarno menekankan pentingnya integritas bagi anggota TPK yang terpilih agar hasil bangunan memiliki kualitas tinggi dan manfaat jangka panjang bagi warga.
"Pembentukan TPK ini adalah bentuk transparansi dan pelibatan masyarakat secara langsung. Kami berharap tim yang terbentuk hari ini bekerja secara profesional, jujur, dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB)," ujar beliau saat memberikan sambutan.
Antusiasme terlihat dari para peserta musyawarah, terutama para ketua lingkungan yang wilayahnya menjadi sasaran pembangunan tahun ini. Mereka berharap pengerjaan infrastruktur dapat segera dimulai sebelum memasuki musim penghujan yang lebih ekstrem.
Bapak Suwarlan, salah satu perwakilan tokoh masyarakat dari Dukuh Cering, memberikan tanggapannya mengenai rencana rabat beton di wilayahnya.
"Kami menyambut baik pembentukan tim ini. Khusus untuk jalan di RT 02/01, kondisinya memang sudah mendesak untuk diperbaiki demi kelancaran akses ekonomi warga. Kami siap membantu mengawasi pengerjaannya agar hasilnya maksimal dan awet," tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, pihak BPD Mojowarno mengingatkan agar TPK yang telah ditetapkan segera menyusun jadwal kerja dan memastikan penyerapan tenaga kerja lokal (Padat Karya Tunai) diutamakan dalam setiap proyek.
Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara pembentukan TPK dan penetapan personel yang akan bertugas di masing-masing titik pekerjaan. Dengan terbentuknya tim ini, pembangunan di Desa Mojowarno resmi memasuki tahap pelaksanaan.[]