Logo Desa

Desa Mojowarno

Kabupaten Rembang
Provinsi Jawa Tengah

Loading

PAKDE MONO

Perayaan

Hari Kebangkitan Nasional

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
BREAKING News : PAKDE Mono, Solusi pelayanan anda di mana saja. nikmati kemudahan pelayanan desa dengan PAKDE Mono, untuk mengajukan beragam surat penting melalui gawai dan gadget langsung dari rumah. cukup 1 anda sudah terlayani sesuai jam kerja berlaku. BREAKING News : Nikmati Layanan Capil di Desa dengan PECEL LELE, memberikan layanan kependudukan lebih dekat di kantor Pemerintah Desa Mojowarno

Berita Desa

[Solider|Warita Desa] Bicara inklusivitas, tidak semestinya hanya berhenti pada cakrawala tertentu. Mengimplementasikan inklusivitas tak cukup hanya sekedar memberi program. Inklusivitas semestinya dimaknai sebagai nilai, tindakan komperhensif yang terhubung satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, kehadirannya dapat menembus ruang dan waktu, menyesuaikan kondisi dan zaman.

Tindakan komprehensif dalam tulisan ini ialah sikap mengakui, menerima keberagaman dan keberbedaan, kemudian mengakomodasinya  dalam berbagai tatanan kehidupan di masyarakat. Tindakan  atau sikap demikian, tentunya harus dimulai dari keluarga. Menerima dan mengakui kehadiran anak, dengan keadaan apapun.

Sikap penerimaan dan pengakuan merupakan wujud sikap positif, sikap inklusif. Dengan menerima dan mengakui hak dasar (hidup), maka hak berwarga negara terpenuhi. Anak masuk dalam daftar anggota keluarga, dicantumkan dalam Kartu Keluarga (KK). Selanjutnya anak akan memiliki catatan kelahiran (Akta Lahir).  Dengan demikian anak-anak yang terlahir difabel tidak diingkari keberadaanya oleh negara. Pengakuan keluarga berdampak pada pengakuan oleh negara. Yang pada akhirnya berdampak pada pemenuhan hak hidup lainnya (kesehatan, pendidikan, pekerjaan) bagi mereka anak-anak yang terlahir difabel.

Penolakan akibat pressure

Menyoal masih ada orang tua yang menyembunyikan anak mereka karena difabel, mewarnai diskusi yang dihelat  oleh Diffcom & Friends di Kampoeng Mataraman, Rabu (18/12/2019).  Dikusi tersebut dihadiri oleh beberapa orang perwakilan berbagai komunitas seni di Yogyakarta. Perspektif Yogyakarta, Uniq Project, Seniman Preet, Seniman Wayang Lidi, pelukis, serta komunitas musik Puser Bumi.

Persoalan di atas adalah dampak dari tidak adanya pengakuan orang tua terhadap kondisi anaknya. Sikap orang tua yang demikian (menolak anak difabel) bukan tanpa sebab. Pressure  atau tekanan yang diciptakan lingkungan, dalam diskusi sore itu, digarisbawahi sebagai faktor. Lingkungan yang dimaksud ialah lingkungan terdekat dalam hal ini  pasangan hidup (suami-istri), keluarga besar, serta masyarakat sekitar. Sering kali bayi difabel dipandang sebagai aib keluarga, akibat dosa orang tuanya, kutukan, karma. Hal ini membiak subur di tengah masyarakat. Pressure tersebut yang menghancurkan ketahanan diri orang tua, kehilangan rasio dan akal sehat.

Sehingga anak difabel terposisikan sebagai makhluk yang dihilangkan seluruh hak hidunya. Difabel menjadi korban. Paragraf ketiga ialah contoh berbagai dampak yang ditumbukkan itu. Selanjutnya anak-anak difabel akan kehilangan seluruh hak hidup. Selain kesehatan, pendidikan, pekerjaan, juga perlindungan hukum, hidup bekeluarga dan mandiri.

Sebuah solusi pun lahir dari diskusi sore itu. Masing-masing komunitas akan terus bergerak, berkegiatan bersama para difabel. Hal ini selain memberikan kesempatan difabel berkesenian, sekaligus mengedukasi khalayak luas bahwa difabel sesungguhnya memiliki kemampuan.

Jangan terlambat

Adapun untuk menemukan kemampuan atau bakat dibutuhkan kesempatan bagi difabel menunjukkannya. Mengasahnya bersama orang-orang yang memiliki kepedulian, para pelaku seni dalam hal ini. Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan dukungan dan komitemen dari para orang tua.

Sebuah kesimpulan, bahwa inklusivitas sejatinya harus ditumbuh kembangkan mulai dari keluarga. Peran penting itu ada di sana, di ranah personal, wilayah internal yakni keluarga. Lingkungan adalah faktor eksternal, yang sudah barang akan turut memberi warna pada perjalanan hidup anak difabel.

Sebagai orang tua jangan pernah terlambat menyadari peran dan tanggung jawabnya. Anak-anak yang dilahirkan dan ada di tengah keluarga hanya harus dipenuhi hak-haknya. Mereka tidak untuk dipersalahkan, tidak untuk dimintai pertanggung jawaban, terlebih dikorbankan.

Untuk hidup inklusif di masyarakat, anak-anak difabel butuh kepercayaan diri. Kepercayaan diri akan menjadi sumber kekuatan bagi anak-anak difabel hidup inklusif. Karena inklusivitas bukan sekedar membaurkan manusia yang “berbeda”. Bahwa ketika manus
 
ia yang diberi label difabel berbaur dengan nondifabel, maka inklusivitas itu selesai. Tentu saja tidak demikian memaknai inklusivitas.

Himbauan bagi para orang tua dengan anak difabel, jangan terlambat menyadari peran dan tanggung jawab. Jangan terlambat menyadari, memaknai, dan memulai inklusi. Karenanya sikap-sikap inklusif ialah sikap-siap menanamkan nilai-nilai Pancasila. Sikap inklusif adalah kunci terpenuhi hak hidup anak-anak yang terlahir difabel.  

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor    : Ajiwan Arief

Rubrik Berita ini, adalah hasil kerjasama website desa mojowarno dengan jaringan berita KBR68H Jakarta, yang dipublikasikan secara merata di seluruh Indonesai. Sehingga isi dan konten yang ada, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari KBR68H

Desa

885

Laki-laki

Laki-laki 885 penduduk

876

Perempuan

Perempuan 876 penduduk

1,761

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

1,761

TOTAL

TOTAL 1,761 penduduk

SMART INSIGHT

Total

1,761

Jiwa


Data Per 07 Mei 2026
Produktif

70.2%

1,237 Jiwa


Persentase dari total penduduk
Lansia

11.1%

195 Jiwa


Perlu perhatian khusus
Tumbuh

+1

Jiwa (Bulan Ini)


Pertambahan sebesar 1 jiwa

PERKEMBANGAN PENDUDUK (2 BULAN TERAKHIR)

KATEGORI BULAN INI
01 May - 31 May 2026
BULAN LALU
01 Apr - 30 Apr 2026
PERUBAHAN
Kelahiran 0 0 0
Kematian 0 1 (Lihat) -1 ↘
Masuk 1 (Lihat) 3 (Lihat) -2 ↘
Pindah 0 0 0
Total Pertumbuhan +1 +2 -1 ↘

INSIGHT CEPAT

Pertumbuhan penduduk bulan ini tercatat Pertambahan sebesar 1 jiwa, turun 1 jiwa dari bulan lalu.
Terdapat 0 kelahiran baru, menunjukkan regenerasi penduduk yang perlu diperhatikan.
Dominasi usia produktif sebesar 70.2% merupakan potensi besar bagi tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi desa.
Populasi lansia mencapai 11.1% (195 jiwa), memerlukan perhatian lebih pada program jaminan kesehatan sosial.
Aktivitas administrasi mencatat 1 dokumen pelayanan surat pada bulan ini.

PERKEMBANGAN PENDUDUK

DISTRIBUSI USIA

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

SUMANTO

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Desa

SUMADI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Kesejahteraan

FAHRURROHIM

Tidak Ada di Kantor

Kepala Urusan Keuangan

SUCIATI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Pemerintahan

DEWI SUPRASTININGRUM

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Pelayanan

SITI ARFIANA WATI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Cering

AMALIA NUR HIDAYATI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Mojo

SUMARDI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Samben

SUTRISNO

Tidak Ada di Kantor
Cuaca
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Informasi Gempa
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Statistik Pengunjung
Hari ini : 304
Kemarin : 781
Total Pengunjung : 1.481.617
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.128
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15
Cuaca
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Informasi Gempa
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Statistik Pengunjung
Hari ini : 304
Kemarin : 781
Total Pengunjung : 1.481.617
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.128
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.627.626.588,00 Rp. 1.648.277.200,00

99%

Belanja

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.604.872.879,00 Rp. 1.649.464.685,00

97%

Pembiayaan

Realisasi | Anggaran

Rp. -179.273.820,00 Rp. -159.271.240,00

0%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.053.618.000,00 Rp. 1.053.618.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Realisasi | Anggaran

Rp. 40.290.800,00 Rp. 40.290.800,00

100%

Alokasi Dana desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 375.744.483,00 Rp. 397.497.000,00

95%

Bantuan Keuangan Provinsi

Realisasi | Anggaran

Rp. 150.000.000,00 Rp. 150.000.000,00

100%

Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah

Realisasi | Anggaran

Rp. 7.973.305,00 Rp. 6.871.400,00

116%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 480.790.349,00 Rp. 519.829.230,00

92%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 939.775.940,00 Rp. 945.309.260,00

99%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 111.550.000,00 Rp. 111.569.505,00

100%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 38.534.690,00 Rp. 38.534.790,00

100%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 34.221.900,00 Rp. 34.221.900,00

100%
Pemerintah Desa

SUMANTO

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

SUMADI

Sekretaris Desa
Tidak Ada di Kantor

FAHRURROHIM

Kepala Seksi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

SUCIATI

Kepala Urusan Keuangan
Tidak Ada di Kantor

DEWI SUPRASTININGRUM

Kepala Seksi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

SITI ARFIANA WATI

Kepala Seksi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

AMALIA NUR HIDAYATI

Kepala Dusun Cering
Tidak Ada di Kantor

SUMARDI

Kepala Dusun Mojo
Tidak Ada di Kantor

SUTRISNO

Kepala Dusun Samben
Tidak Ada di Kantor