Logo Desa

Desa Mojowarno

Kabupaten Rembang
Provinsi Jawa Tengah

Loading

PAKDE MONO

Perayaan

Hari Kebangkitan Nasional

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
BREAKING News : PAKDE Mono, Solusi pelayanan anda di mana saja. nikmati kemudahan pelayanan desa dengan PAKDE Mono, untuk mengajukan beragam surat penting melalui gawai dan gadget langsung dari rumah. cukup 1 anda sudah terlayani sesuai jam kerja berlaku. BREAKING News : Nikmati Layanan Capil di Desa dengan PECEL LELE, memberikan layanan kependudukan lebih dekat di kantor Pemerintah Desa Mojowarno

Berita Desa

[KBR|Warita Desa] Siang itu, dari kerumunan orang di pinggir sepetak sawah, tiba-tiba seorang lelaki berlari kencang. Arah larinya tertuju pada seseorang di tengah sawah yang tengah memperagakan gerakan silat.

Perkelahian pun terjadi. Saling pukul tendang, sampai saling banting.Lumpur terpercik kemana-mana. Anehnya, tak ada satupun dari kerumunan orang  yang berusaha memisahkan duel maut yang juga menggunakan senjata tajam itu.

Itu bukan perkelahian sungguhan. Perang tanding itu adalah peragaan silek lanyah atau silat lumpur yang menjadi atraksi unggulan di desa wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat.

Suasana semakin semarak saat musik mengiringi aksi ini. Orang di belakang peragaan itu adalah Yuliza Zen. Alumni IAIN Batusangkar berusia 26 tahun itu tertantang mengembangkan kampung halamannya menjadi daerah wisata. Tidak mudah buat Lisa meyakinkan para ninik mamak atau tokoh adat untuk menerima desa wisata.

“Karena keinginan yang kuat dari kita bersama khususnya waktu itu anak-anak muda yang mau mengembangkan kampungnya. Akhirnya kita nekat coba ke niniak mamak ke Bundo Kanduang dan mengumpulkan semua elemen masyarakat coba mempresentasikan. Walaupun tidak langsung deal jadi desa wisata karena image pariwisata saat itu akan ada hal-hal negatif,” kata Lisa.

Tak hanya keraguan, cemoohan pun bertubi menimpanya. Butuh waktu berbulan bagi Lisa untuk meyakinkan ninik mamak atau tokoh warga untuk mau mendukung niatnya.

“Awalnya semua meragukan. Masa beneran ini mau dijadikan wisata. Karena kita itu cuma punya begini. Karena mereka tahunya pariwisata itu kayak Danau Maninjau ada danau segala macam itu. Kita cuman ada ini. Kalau untuk penolakan emang ada dari beberapa pihak. Ada yang bilang potong kuping saya kalau jadi desa wisata,” ujarnya.

Amri, salah satu ninik mamak yang bergelar Sultan Maulano Rajo mengungkapkan alasannya. Ia khawatir wisata akan berdampak buruk bagi adat istiadat yang sudah dijaga turun temurun.Kata Amri, ia kemudian menggelar musyawarah untuk menyepakati syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh Lisa sebelum menjadikan Kubu Gadang sebagai Desa Wisata.

“Berembuklah kami yang tua-tua. Apa syarat desa wisata? Pakaian bagaimana? Apa sesuai adat istiadat. Jadi kami ragu  kami tua-tua. Seandainya datang orangdari luar negeri kan sering pakai celana pendek,” Amri.

Lisa kemudian menggali dan menelusuri berbagai potensi lokal dengan akar tradisi, seperti makanan tradisional dansilek lanyah.

“Jadi karena waktu itu sedang booming pacu jawi  dengan cipratan lumpurnya. Kita coba itu silat ini bisa nggak ya di tempat yang lumpur juga? Jadi kita telusuri cerita-cerita leluhur rupanya mereka mengatakan bahwasanya dulunya ketika panen padi mereka juga ada ada silatnya di lumpur. Jadi kenapa kita nggak angkat cerita itu. Jadi silat lumpur ini salah satu ujian bisa tidak mereka bersilat,” kenang Lisa..

Sejak itu Desa Wisata Kubu Gadang semakin kondang. Pengunjungnya tak hanya wisatawan dari Sumbar, tapi juga dari provinsi lain dan manca negara. Salah satunya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara KPK, Yayuk Andriati mengatakan, tradisi itulah yang jadi alasan memilih Desa Wisata Kubu Gadang sebagai tempat berkegiatan pelatihan jurnalisme warga. Sebanyak 30 warga dari berbagai daerah di Sumbar selama tiga hari berlatih melakukan reportase dibimbing  jurnalis  dari radio, televisi dan cetak.

“Ini maksudnya memang untuk menggali lagi kearifan lokal yang ada di desa ini. Jadi desa ini cukup inovatif. Kami lihat ini bisa menjadi inspirasi untuk daerah-daerah lain dan mengumpulkan teman-teman jurnalis warga untuk lebih bisa mengeksplor daerah ini. Dan melalui produk-produk jurnalistiknya bisa lebih mempromosikan daerah ini dan juga yang lebih penting lagi sebenarnya kami punya kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai anti korupsi,” kata Yayuk. 

“Berembuklah kami yang tua-tua. Apa syarat desa wisata? Pakaian bagaimana? Apa sesuai adat istiadat. Jadi kami ragu,” Amri.

- Amri - Ninik Mamak

Setiap bulan desa wisata hasil inisiatif warga itu dikunjungi rata-rata 500 wisatawan. Kunjungan makin tinggi saat musim libur tiba. Banyaknya pengunjung membuatWirajaya Septika Lurah Ekor Lubuk perlu menyiapkan anggaran khusus untuk membantu pengembangan desa.

“Kalau untuk kelurahan itu dukungannya Insyaallah ya tahun besok kita akan menganggarkan rehabilitasi untuk Balai desanya Kubu Gadang ini. Ada juga berupa pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan seni lainnya nantinya untuk  di tempat ini,” kata Wirajaya.

Yuliza Zen telah mengembangkan desa wisata ini sejak ia berusia 21 tahun. Ia berharap kehadiran desa wisata ini membuat generasi mudanya tak lagi merantau tapi mau mengembangkan kampung halaman sendiri.

“Kalau bagi saya yang  paling penting itu regenerasi. Karena meyakinkan mereka bahwasanya di kampung mereka itu ada suatu berlian nantinya bisa jadi mata pencaharian mereka. Sehingga tidak perlu lagi ke Jakarta keluar untuk mengembangkan potensi mereka. Karena kalau belum bisa memperlihatkan dampaknya, mereka akhirnya harus merantau juga,” ungkapnya.  

Link Audio : https://m.kbrprime.id/saga/silek-lanyah-menggali-tradisi-mengundang-wisatawan

Reporter : Ronny Sitanggang
Editor : Friska Kalia

Desa

885

Laki-laki

Laki-laki 885 penduduk

876

Perempuan

Perempuan 876 penduduk

1,761

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

1,761

TOTAL

TOTAL 1,761 penduduk

SMART INSIGHT

Total

1,761

Jiwa


Data Per 07 Mei 2026
Produktif

70.2%

1,237 Jiwa


Persentase dari total penduduk
Lansia

11.1%

195 Jiwa


Perlu perhatian khusus
Tumbuh

+1

Jiwa (Bulan Ini)


Pertambahan sebesar 1 jiwa

PERKEMBANGAN PENDUDUK (2 BULAN TERAKHIR)

KATEGORI BULAN INI
01 May - 31 May 2026
BULAN LALU
01 Apr - 30 Apr 2026
PERUBAHAN
Kelahiran 0 0 0
Kematian 0 1 (Lihat) -1 ↘
Masuk 1 (Lihat) 3 (Lihat) -2 ↘
Pindah 0 0 0
Total Pertumbuhan +1 +2 -1 ↘

INSIGHT CEPAT

Pertumbuhan penduduk bulan ini tercatat Pertambahan sebesar 1 jiwa, turun 1 jiwa dari bulan lalu.
Terdapat 0 kelahiran baru, menunjukkan regenerasi penduduk yang perlu diperhatikan.
Dominasi usia produktif sebesar 70.2% merupakan potensi besar bagi tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi desa.
Populasi lansia mencapai 11.1% (195 jiwa), memerlukan perhatian lebih pada program jaminan kesehatan sosial.
Aktivitas administrasi mencatat 1 dokumen pelayanan surat pada bulan ini.

PERKEMBANGAN PENDUDUK

DISTRIBUSI USIA

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

SUMANTO

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Desa

SUMADI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Kesejahteraan

FAHRURROHIM

Tidak Ada di Kantor

Kepala Urusan Keuangan

SUCIATI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Pemerintahan

DEWI SUPRASTININGRUM

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Pelayanan

SITI ARFIANA WATI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Cering

AMALIA NUR HIDAYATI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Mojo

SUMARDI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun Samben

SUTRISNO

Tidak Ada di Kantor
Cuaca
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Informasi Gempa
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Statistik Pengunjung
Hari ini : 304
Kemarin : 781
Total Pengunjung : 1.481.617
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.128
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15
Cuaca
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Informasi Gempa
Gagal menampilkan data.

Sumber : BMKG | Tema DeNava

Statistik Pengunjung
Hari ini : 304
Kemarin : 781
Total Pengunjung : 1.481.617
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.128
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.627.626.588,00 Rp. 1.648.277.200,00

99%

Belanja

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.604.872.879,00 Rp. 1.649.464.685,00

97%

Pembiayaan

Realisasi | Anggaran

Rp. -179.273.820,00 Rp. -159.271.240,00

0%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.053.618.000,00 Rp. 1.053.618.000,00

100%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Realisasi | Anggaran

Rp. 40.290.800,00 Rp. 40.290.800,00

100%

Alokasi Dana desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 375.744.483,00 Rp. 397.497.000,00

95%

Bantuan Keuangan Provinsi

Realisasi | Anggaran

Rp. 150.000.000,00 Rp. 150.000.000,00

100%

Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah

Realisasi | Anggaran

Rp. 7.973.305,00 Rp. 6.871.400,00

116%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 480.790.349,00 Rp. 519.829.230,00

92%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 939.775.940,00 Rp. 945.309.260,00

99%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 111.550.000,00 Rp. 111.569.505,00

100%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 38.534.690,00 Rp. 38.534.790,00

100%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 34.221.900,00 Rp. 34.221.900,00

100%
Pemerintah Desa

SUMANTO

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

SUMADI

Sekretaris Desa
Tidak Ada di Kantor

FAHRURROHIM

Kepala Seksi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

SUCIATI

Kepala Urusan Keuangan
Tidak Ada di Kantor

DEWI SUPRASTININGRUM

Kepala Seksi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

SITI ARFIANA WATI

Kepala Seksi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

AMALIA NUR HIDAYATI

Kepala Dusun Cering
Tidak Ada di Kantor

SUMARDI

Kepala Dusun Mojo
Tidak Ada di Kantor

SUTRISNO

Kepala Dusun Samben
Tidak Ada di Kantor